Pertandingan P5 Vs P6
Pertandingan ini layak dijuluki sebagai “pertandingan hari ini’. Pertandingan yang sangat sarat dengan pertaruhan harga diri. Pasangan St JP Hutapea/E Simatupang (P5) harus menghadapi pasangan rival psikologis yakni pasangan RP Simanjuntak/St B Sihombing (P6), pada pertandingan kedua pada hari ketiga Turnamen Tennis HKBP+.
Pasangan St JP Hutapea/E Simatupang kelihatannya sangat percaya diri memasuki lapangan pertandingan. Bermodalkan kemenangan mengejutkan atas pasangan yang dianggap lebih kuat, Pdt B Simamora/St TR Siagian pada pertandingan hari kedua, pasangan ini langsung unggul 2-0 pada dua game pertama pertandingan.
Pertandingan makin seru, ketika pasangan R Simanjuntak/St B Sihombing berhasil keluar dari rasa grogi dan kemudian menyusul dengan perolehan 1-2, 2-2, dan kemudian unggul 4-3 pada paruh pertama pertandingan.
Pada titik ini, pasangan St JP Hutapea/E Simatupang berusaha bangkit, dan mengubah taktik untuk bermain bola-bola pada garis belakang yang merupakan kelebihan St JP Hutapea. Taktik ini berhasil dan lawan sempat frustasi dan kewalahan. Hal ini membuat perolehan game dengan mudah dikuasai pasangan St JP Hutapea/E Simatupang. Mereka akhirnya menyusul 4-4, dan kemudian unggul 5-4, 6-4, dan 7-4!. Pertandingan seolah-olah akan berakhir dengan cepat.
Second Wind
Akan tetapi, seperti yang disebutkan di atas, ini adalah pertandingan mempertaruhkan gengsi. St B Sihombing seolah mendapat tenaga baru, dan pada saat E Simatupang serving untuk kemenangan pada posisi 7-4, St B Sihombing berhasil meladeni pertarungan di garis belakang, sehingga membuat St R Simanjuntak berkuasa untuk memotong bola pengembalian lawan di depan, angka menjadi 5-7. Pada posisi 7-5 terjadi match point 40-30 untuk pasangan JP Hutapea/E Simatupang, akan tetapi pasangan lawan berhasil menyusul untuk deuce dan akhirnya pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing membuat angka menjadi 6-7. Pada game keempat belas terlihat pasangan St JP Hutapea/E Simatupang mulai grogi dan lawan dengan percaya diri berhasil mematahkan servis St JP Hutapea, 7-7.
Pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing tampaknya sudah di atas angin, dan sangat percaya diri. Mereka akhirnya menutup pertandingan dengan dengan game yang sangat cepat dengan servis dipegang St B Sihombing. 8-7. Sungguh pertarungan yang sangat hebat.
Data lainnya: Wasit: R Pardede dibantu hakim garis: T Panjaitan dan R Doloksaribu.
Pertandingan P1 Vs P9
Pertandingan antara pasangan Prof R Pardede/T Panjaitan melawan pasangan J Simamora/R Manurung merupakan pertandingan pertama pada hari ketiga turnamen. Pertandingan ini.
Pertandingan ini dari awalnya seperti dapat diduga hasilnya. Pasangan J Simamora/R Manurung sebenarnya punya kemampuan yang dapat diandalkan untuk juara. Akan tetapi masalah kepercayaan diri dan kekompakan belum terlihat. Pada saat awal pertandingan pasangan R Pardede/T Panjaitan langsung unggul 2-0, mengambil keuntungan dari lawan yang grogi. Walau kemudian lawan menyusul menjadi 2-2, akan tetapi banyaknya kesalahan yang tidak perlu yang dilakukan lawan mengakibatkan pertandingan menjadi berat sebelah, 8-2.
Data lainnya: Wasit: R Simanjuntak dibantu hakim garis: E Simatupang dan J Sihotang.
Pertandingan P7 Vs P8
Pertandingan ketiga pada hari ketiga memperhadapkan pasangan Pdt B Simamora/St TR Siagian (P7) dengan pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang (P8).
Kedua pasangan diramalkan akan berimbang kekuatannya, dan hal ini terbukti pada saat pertandingan. Perebutan game kejar mengejar sepanjang pertandingan. Game pertama direbut pasangan Pdt B Simamora/St TR Siagian yang kemudian dapat disamakan menjadi 1-1 oleh pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang. Setelah kedudukan 2-2,pasagan St M Simanjuntak/J Sihotang ketinggalan 3-4 pada paruh pertama pertandingan. Setelah pertukaran tempat mereka kemudian ketinggalan 3-5.
Akan tetapi ketinggalan tersebut membuat penampilan pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang lebih lepas bermain, dan akhirnya menyusul untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Pasangan lawan kemudian mengambil game kesebelas untuk unggul 6-5, akan tetapi pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang berbalik unggul menjadi 7-6. Pada posisi 7-6 terjadi beberapa kali deuces, yang akhirnya game ini dimenangkan pasangan Pdt B Simamora/St TR Siagian, 7-7.
Pada game penentuan setelah ketinggalan 0-30, pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang berbalik unggul pada kedudukan match point 40-30. Akan tetapi pasangan lawan kembali mengambil point untuk memaksakan deuce, dan kemudian melakukan advantage. Deuce kembali terjadi dan keadaan berbalik advantage untuk pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang. Pada posisi ini pertandingan seolah-olah akan berakhir. Pdt B Simamora melakukan servis pada posisi match point untuk lawan, bola diterima St M Simanjuntak. Maksud hati mau melakukan drop shot menyilangan ke sisi kiri lapangan lawan, ternyata bola melebar dan out, deuce!
Terlihat bahwa pengembalian out itu mengurangi kepercayaan diri yang sudah yakin akan menutup pertandingan. Pasangan Pdt B Simamora/St TR Siagian kemudian mengambil advantage dan menutup pertandingan dengan sambaran bola di depan net, 8-7. Pertandingan yang emosional yang dipenuhi oleh teriakan-teriakan pada bagian akhir pertandingan.
Data lainnya: Wasit: J Simamora dibantu hakim garis: st B Sihombing dan R Manurung
Pertandingan P2 Vs P10
Sangat jarang latihan bersama dengan pasangan main, itulah masalah utama pasangan A Sitanggang/ R Doloksaribu (P10). Sejak kalah pada pertandingan pertama mereka, pasangan ini belum pernah sparring partner dengan pasangan lain.
Ketika pada pertandingan ini harus dihadapkan dengan pasangan yang mulai padu, T Gultom/R Sibuea (P2) kekompakan menjadi masalah utama. Kepiawaian bermain A Sitanggang sangat susah mengimbangi lawan. Akhirnya pertandingan ditutup dengan dengan angka 8-3 untuk kemenangan pasangan T Gultom/R Sibuea.
Data lainnya: Wasit: Dr P Sidauruk dibantu hakim garis: E Simatupang dan R Simanjuntak.
Roland Garros 2020 Main Draw
5 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar