Senin, Juli 28, 2008

Hasil Pertandingan Hari ke-2

Pertandingan P5 Vs P7

Pertandingan antara pasangan St JP Hutapea/E Simatupang (P5) melawan pasangan Pdt B Simamora/ St TR Siagian (P7) menjadi pertandingan pertandingan pertama pada hari ke-2 turnamen. Pertandingan berlangsung seru dengan pasangan Pdt B Simamora/St TR Siagian unggul 1-0, 3-1, dan kemudian unggul 4-3 pada paruh pertama pertandingan.

Akan tetapi pasangan St JP Hutapea/E Simatupang memang pasangan yang tangguh dan ulet. Permainan E Simatupang yang sangat stabil, membuat St JP Hutapea dapat lebih berkuasa di garis belakang lapangan, sehingga Pdt B Simamora kewalahan menghadapi rally-rally di garis belakang, sementara St TR Siagian kurang aktif menghalau bola dan dominan diam di dekat net.

Pasangan St JP Hutapea/E Simatupang akhirnya unggul pada posisi 5-4, 6-4, 6-6, sebelum ditutup pada posisi 8-6.

Data lainnya: Wasit: T Panjaitan, dibantu hakim garis: St M Simanjuntak dan J Simamora.


Pertandingan P2 Vs P9

Pertandingan antara pasangan T Gultom/R Sibuea (P2) melawan pasangan J Simamora/ R Manurung (P9) adalah pertandingan kedua yang dilaksanakan pada hari kedua turnamen.

Seperti pada pertandingan pertamanya, pasangan J Simamora/R Manurung tidak bisa melepaskan tekanan yang berat pada saat pertandingan. Pada 4 game pertama, perebutan game saling kejar mengejar, 1-0, 1-1, 2-1, dan 2-2.

Akan tetapi, permainan selanjutnya adalah adu kelihaian dalam taktik penempatan bola. T Gultom yang dikenal sangat ahli dalam penempatan bola-bola pendek maupun jauh, menghadirkan kesulitan yang luar biasa bagi lawan. Penempatan bola pada ketinggian dan mengarah ke badan membuat lawan kelimpungan. Jadilah pasangan J Simamora/R Manurung frustasi. Tidaklah mengherankan setelah kedudukan 2-2, semua game sisa direbut pasangan T Gultom/ R Sibuea, 8-2.

Data lainnya: Wasit: St J Hutapea, dibantu hakim garis: St TR Siagian dan E Simatupang

Jumat, Juli 25, 2008

Pertandingan Selanjutnya.

Pertandingan Turnamen Tennis HKBP+ hari kedua akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2008. Peserta yang diprioritaskan akan akan bertanding pada dua pertandingan pertama adalah:
  1. Pasangan T Gultom/R Sibuea (P2)
  2. Pasangan M Sitompul/ St SM Tambunan (P4)
  3. Pasangan JP Hutapea/E Simatupang (P5)
  4. Pasangan Pdt B Simamora/ St TR Siagian (P7)

Pasangan yang saling berhadapan akan diundi pada jam 19.30 wibb.

Pertandingan selanjutnya, pertandingan kedua adalah antara pasangan Prof Dr R pardede/T panjaitan melawan pasangan St M Simanjuntak/ J Sihotang (P1Vs P8)

Diminta agar setiap pasangan tersebut untuk hadir pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2008.

Senin, Juli 21, 2008

Iuran Turnamen

Sesuai dengan aturan permainan yang telah disepakati bersama, iuran kontribusi tiap tim dalam rangka turnamen adalah Rp 200.000,- (duaratus ribu rupiah).

Pasangan-pasangan yang sudah menyetor iuran ke panitia:


  1. Pasangan R Pardede/ T Panjaitan (P1)
  2. Pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang (P8)
  3. Pasangan Pdt B Simamora/ St TR Siagian (P7)
  4. Pasangan St JP Hutapea/E Simatupang (P5)
  5. Pasangan T Gultom/R Sibuea (P2)
  6. Pasangan J Simamora/R Manurung (P9)

Pasangan lainnya diharapkan menyetor iuran paling lambat hari Minggu, 27 Juli 2008.

Hasil-hasil Pertandingan Hari Pertama

Pertandingan pada Turnamen Tennis HKBP+ telah dimulai Minggu 20 Juli 2008 tadi malam. Pertandingan pertama dimulai tepat jam 19.40, yaitu pertandingan antara pasangan Prof dr R Pardede/T Panjaitan (P1) dengan pasangan Dr P Sidauruk/ St K Simanjuntak (P3). Pertandingan ini, menurut jadwal adalah pertandingan ke-42 yang seharusnya diselenggarakan pada minggu ke-14. Akan tetapi berhubung ketidakhadiran pasangan-pasangan tidak lengkap pada jam 19.30, maka pasangan yang bertanding diundi di antara pasangan yang sudah lengkap.

Pertandingan P1 dengan P3

Aroma ketegangan tampak sangat jelas ketika pasangan R Pardede/T Panjaitan berhadapan dengan pasangan Dr P Sidauruk/ St K Simanjuntak. Pasangan R Pardede/ T Panjaitan langsung unggul 2-0 pada kesempatan pertama. Pasangan P Sidauruk/St K Simanjuntak berusaha keras keluar dari ketegangan dengan mengambil game ke-3, dengan posisi 1-2. Akan tetapi harus ketinggalan 2-4 pada paruh pertama perpindahan tempat. Pertandingan ini ditutup dengan kedudukan 8-4 untuk kemenangan pasangan R Pardede/T Panjaitan.

Data lainnya: Wasit: R Simanjuntak dibantu hakim garis: St B Sihombing, St J Hutapea, dan R Dolosaribu.


Pertandingan P6 dengan P9

Sama-sama tegang. Itu jugalah yang terlihat pada pertandingan antara pasangan R Simanjuntak/St B Sihombing (P6) dengan pasangan J Simamora/R Manurung (P9). Ketegangan lebih terasa karena perebutan game kejar-kejaran, 1-0, 1-1, 2-1, dan 2-2. Pada posisi 2-2, tampaknya pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing berhasil tampil lepas, sehingga unggul 4-2 pada paruh pertama pertandingan. Setelah pergantian tempat, pasangan J Simamora/ R Manurung berhasil tampil mengesankan, sehingga mengejar lawan pada posisi 4-4. Perebutan game terus kejar mengejar, 5-4, 5-5, 6-5, 6-6, dan 7-6 untuk pasangan R Siamnjuntak/ St B Sihombing.

Insiden Kelelawar.

Pada posisi 7-6, dengan kedudukan match point untuk pasangan R Simanjutak/St B Sihombing, pukulan kembalian dari J Simamora OUT dan seharusnya permainan berakhir. Akan tetapi karena kelelawar mengganggu bola yang dimainkan dengan menerkam bola di udara, permainan sesuai aturan permainan harus diulang pada posisi matchpoint. Kelelawar yang kemudian harus tewas akibat pukulan dari J Simamora, ternyata memperpanjang nafas permainan pasangan J Simamora/R Manurung. Mereka akhirnya merebut game ke-14 dan menyamakan kedudukan menjadi 7-7. Pada game penentuan point kejar-kejaran hingga 30-30, akan tetapi servis St B Sihombing memang manjur, dan pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing berhasil mengakhiri pertandingan dengan sukses, 8-7.

Data lainnya: Wasit: St J Hutapea, dibantu hakim garis: R Pardede, T Panjaitan, dan St K Simanjuntak


Pertandingan P8 melawan P10.

Mungkin inilah pertandingan tercepat yang dari 3 pertandingan yang dilakoni pada hari pertama pertandingan. Pasangan A Sitanggang/R Doloksaribu kelihatan belum begitu padu pada pertandingan pertama ini. Hal ini dapat dimaklumi karena pasangan ini hanya satu kali tampil latihan bersama sebelum pertandingan. Bandingkan dengan pasangan lawan St M Siamanjuntak/J Sihotang, pasangan yang disebut terakhir ini, sejak 3 minggu sebelumnya sudah berkali-kali sparring partner dengan pasangan-pasangan lain. Wajarlah kalau pasangan ini sudah kompak.

Hasil pertandingan dapat diduga. Pada paruh pertama pertandingan pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang unggul 4-1. Kemudian unggul 6-2, sebelum mengakhiri pertandingan dengan 8-3.

Data lainnya: Wasit: P Sidauruk, dibantu hakim garis: M Sitompul dan R Sibuea

Rabu, Juli 16, 2008

Pasangan-pasangan pada Turnamen Tennis HKBP+




Daftar pasangan-pasangan yang telah mendaftar untuk ikut Turnamen Tennis HKBP+ dapat dilihat pada gambar disamping. Untuk melihat lebih jelas, dapat mengklik dua kali pada gambar.

Jadwal Pertandingan Turnamen Tennis HKBP+


Jadwal pertandingan dapat dilihat pada tabel. Untuk melihat dengan lebih jelas silahkan klik tabel dua kali. Nama-nama pasangan dapat dilihat pada daftar pasangan pada direktori Turnamen.

Kamis, Juli 10, 2008

Backhand Roger Federer

Ingin belajar cara Roger Federer melakukan backhand? Silahkan lihat video gerakan lambatnya dengan meng-klik tautan berikut: http://www.youtube.com/watch?v=9az5qWcLOTk

Gerakan Lambat Forehand Roger Federer

Kita bisa melihat dengan jelas bagaimana Roger Federer melakukan forehand melalui video gerakan lambat Federer. Klik tautan berikut: http://www.youtube.com/watch?v=kmhvKafCYsk

Forehand dan Backhand Rafael Nadal

Jika ingin mempelajari cara Rafael Nadal melakukan forehand dan backhand, silahkan meng-klik tautan/link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=pNxjQ6BKc-o.

Perhatian: melihat video lewat internet sangatlah boros, karena memorinya sangat besar!

Rabu, Juli 09, 2008

LATIHAN TENNIS

Latihan tennis Partennis diadakan setiap hari Rabu dan Minggu jam 19.00-22.00 wibb bertempat di lapangan tennis cluster Puspita Loka Sektor III, Bumi Serpong Damai, BSD City. Koordinator latihan adalah St JP Hutapea. Jika ingin bergabung dan mendapatkan informasi latihan dapat menghubungi beliau melalui email st_jphut@yahoo.com.

Selasa, Juli 08, 2008

PERATURAN PERTANDINGAN PADA TURNAMEN TENNIS HKBP+

A. Pendaftaran
1. Tiap pasangan memberikan investasi pendaftaran sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah)
2. Pasangan dan Nomor indikasi pasangan adalah seperti tertera pada Lampiran-A
3. Jadwal Pertandingan pada Lampiran-B
4. Untuk masalah pemenuhan jadwal pertandingan, prinsip ”Dos ni roha do sibahen na saut” haruslah dikedepankan. Tapi prinsip tersebut tidak berlaku untuk peraturan main.

B. Sistem Kompetisi dan Jumlah Game

1. Pertandingan memakai system setengah kompetisi, jadi setiap pasangan diharuskan bertemu semua pasangan lainnya.
2. Pemenang pertandingan adalah pasangan yang terlebih dahulu mengumpulkan 8 game.
3. Pada posisi game 7-7 (tujuh-tujuh) tidak diberlakukan penambahan satu game. Jadi pemenang tetap dianggap seperti pada point-2 .

C. Pemilihan tempat atau Pemukul/penerima Pertama
1. Undian/toss dilakukan sebelum pemanasan untuk menentukan posisi sisi lapangan yang dipakai. Toss adalah dengan melemparkan koin.
2. Pemenang toss dapat memilih salah satu dari pilihan: tempat yang diinginkan ATAU memilih sebagai pemukul atau penerima pertama, dan tidak boleh kedua-duanya.
3. Jika pilihan adalah tempat, maka lawan punya hak memilih menjadi pemukul atau penerima bola pertama, dan seballiknya.

D. Pemukul dan Pukulan
1. SERVICE
a. Cara memukul boleh terserah server, akan tetapi prinsipnya bola harus dilempar ke udara terlebih dahulu, dan harus dipukul sebelum jatuh menyentuh bidang lapangan
b. Server harus memastikan bahwa penerima sudah siap/ready. Wasit akan menilai kesiapan server dan penerima, apabila terjadi kesalahpahaman.
c. Penerima, apabila sudah siap/ready, tidak boleh memutuskan untuk tidak siap/unready, kecuali ada hal-hal diluar dugaan. Wasit yang memutuskan.
d. Server boleh membatalkan servis, selama tidak boleh ada gerakan mengayun untuk memukul
e. Apabila server sudah melakukan gerakan mengayun untuk memukul, akan tetapi raket tidak mengenai bola, maka hal tersebut adalah sebuah fault/kesalahan server dan dihitung sebagai keuntungan lawan
f. Service gagal dan server kehilangan poin, apabila bola setelah dilempar mengenai badan server, pasangan server, atau apapun yang dipakai oleh server dan pasangan server, selain raket tentunya.
2. FOOT FAULT/KESALAHAN KAKI. Untuk menghindarkan foot fault, maka:
a. Server memukul bola di belakang garis baseline.
b. Posisi server haruslah berada di antara garis batas main ganda dan garis tengah imajiner lapangan.
c. Dalam kondisi gerakan memukul bola, server tidak diperbolehkan berjalan atau berlari sehingga merubah posisi. Akan tetapi apabila terjadi sedikit perubahan posisi setelah memukul (akibat melompat vertikal), hal tersebut tidak boleh dikategorikan perubahan akibat berjalan atau melompat.
3. Apabila terjadi kesalahan dalam posisi memukul (dari sebelah kiri atau kanan lapangan), dan tidak terdeteksi oleh siapapun, maka setiap point atau hasil yang terjadi akibat pukulan tersebut adalah sah. Koreksi posisi akan dilakukan kemudian, sesuai dengan skor yang terjadi.
4. Apabila server memukul bola, dan penerima bola memukul bola sebelum bola memantul dari bidang lapangan, maka penerima bola kehilangan poin.

E. Bola dimainkan:
1. Setelah dipukul server, selama tidak ada instruksi dari wasit bahwa ada kesalahan/fault, out, let, dan sebagainya, maka bola harus tetap dimainkan.
2. Keputusan in/out diambil oleh wasit dibantu hakim garis, apabila bola telah menyentuh bidang lapangan. Pemain tidak berhak memutuskan in/out.
3. Apabila pemain berteriak ‘OUT’ atau ‘IN’, maka wasit yang memutuskan apakah teriakan tersebut sebagai gangguan untuk lawan atau tidak. Apabila gangguan, maka pemain yang teriak tersebut kehilangan poin.

F. Bola Menyentuh garis:
1. Apabila bola menyentuh garis-garis yang membatasi daerah sah permainan, maka bola dianggap berada pada garis batas permainan, dan harus diputuskan sebagai BOLA IN/MASUK

G. Bola Menyentuh Benda-benda permanen:
1. Apabila bola menabrak benda-benda permanen di sekeliling lapangan setelah bola memantul dari bidang lapangan yang benar, maka pemukul bola tersebut mendapat poin.
2. Apabila bola menabrak benda-benda permanen di sekeliling lapangan sebelum bola mengenai bidang lapangan yang benar, maka pemukul bola tersebut kehilangan poin
• Catatan: Benda-benda permanent adalah: Tiang penyangga net (posts), wasit, hakim garis, penonton, kursi, net pembatas lapangan, dan semua benda yang ada di sekeliling lapangan sejak permainan dimulai.
3. Apabila bola menabrak kelelawar atau binatang yang tiba-tiba muncul, maka permainan dapat diulang dengan skor tetap pada saat permainan diulang.

H. Urutan Memukul/Server:
1. Pasangan yang memukul bola pada game pertama harus menentukan siapa pemukul bola sebelum game pertama dimulai.
2. Demikian juga, lawan yang memukul bola pada game kedua harus menentukan siapa pemukul bola sebelum game kedua dimulai.
3. Pasangan dari pemukul game pertama harus menjadi pemukul bola pada game ketiga, demikian juga pasangan dari pemukul game kedua harus menjadi pemukul pada game keempat. Rotasi ini berlanjut sampai set tersebut diselesaikan.

I. Urutan Penerima Pukulan/Receiver:
1. Pasangan yang menerima bola pada game pertama harus menentukan siapa yang pertama menerima bola sebelum game pertama dimulai.
2. Demikian juga, pasangan lawan yang menerima bola pada game kedua harus menentukan siapa yang pertama menerima bola sebelum game kedua dimulai.
3. Pasangan dari penerima pada game pertama harus penerima bola yang pertama pada game ketiga, demikian juga pasangan dari penerima pada game kedua harus menjadi penerima bola pertama pada game keempat. Rotasi ini berlanjut sampai set selesai.

J. Pasangan adalah Pasangan:
1. Setiap pemain dalam satu pasangan tidak diperbolehkan bermain sendirian melawan lawannya.

K. Pemain kehilangan poin jika:
1. Pemain melakukan kesalahan ganda pada saat serve.
2. Pemain tidak mengembalikan bola sebelum bola memantul dua kali di bidang lapangan
3. Pemain mengembalikan bola dan bola jatuh di luar lapangan atau menabrak benda-benda permanent di luar lapangan
4. Mengembalikan sevis sebelum bola menyentuh lapangan
5. Pemain secara sengaja menangkap bola
6. Pemain secara sengaja melakukan dua kali sentuhan dengan raket.
7. Pemain dan raketnya, raket dipegang atau tidak dipegang, pakaian atau apa pun yang dipakai pemain, menyentuh net, tiang penyangga/posts/ pipa net, lapangan lawan, sengaja atau tidak sengaja selama bola masih dimainkan.
8. Pemain memukul bola sebelum bola melewati net. Jadi bola harus dipukul di daerah sendiri.
9. Bola yang dimainkan, menyentuh raket yang terlepas dari tangan pemain.
10. Mengubah bentuk raket, atau mengganti raket pada saat bola masih dimainkan.
11. Kedua pemain/pasangan secara bersamaan menyentuh/memukul bola.

L. Pengembalian yang baik/ Good Return adalah
1. Pengembalian mengenai seluruh bagian dari net (net, post, strip/band) akan tetapi jatuh pada bidan lapangan yang permainan benar di daerah lawan.
2. Bola permainan dari lawan menyentuh bidang lapangan, dan karena di-spin atau diputar kembali ke lapangan lawan melintasi net, pemain dapat mengejar bola dan memukul bola yang ada pada daerah lawan tersebut, akan tetapi semua anggota badan, raket, dan apapun yang dipakai tidak boleh menyentuh net atau seluruh bagian net.
3. Bola dikembalikan di luar tiang penyangga, menyentuh tiang atau tidak, melayang di atas atau di bawah ketinggian net, selama bola kembalian jatuh pada bidang lapangan yang benar.
4. Bola dikembalikan di bawah tali atas net di antara post dan jaring dan selama bola kembalian jatuh pada bidang lapangan yang benar.
5. Raket pemain melewati net setelah bola dipukul pada daerah sendiri DAN bola jatuh ke bidang lapangan yang benar
6. Pemain memukul bola yang dimainkan, dan bola tersebut mengenai bola tidak aktif yang ada di bidang lapangan yang benar.
M. LET
1. SAAT SERVIS:
a. Let terjadi jika bola menyentuh net, band, tetapi bola jatuh pada bidang lapangan yang benar.
b. Bola menyentu net, band, dan kemudian mengenai badan penerima pukulan.
c. Bola dipukul pada saat penerima belum ready/siap
2. SAAT BOLA LAGI DIMAINKAN
a. Let terjadi apabila bola lain dari luar lapangan masuk ke lapangan.
b. Apabila terjadi hal-hal yang sangat mengganggu pertandingan

N. Wasit/Referee/Uluan dan Hakim Garis
1. WASIT WAJIB DIHORMATI.
2. Wasit berkuasa penuh atas pengambilan keputusan akhir pada setiap keputusan. Apabila terjadi permasalahan maka keputusan wasit WAJIB dihormati.
3. Wasit sebagai pengambil keputusan untuk setiap pertanyaan yang timbul pada saat permainan, dan merujuk pada Peraturan Main.
4. Apabila terjadi interpretasi yang berbeda terhadap Peraturan Main selama permainan, maka wasit dapat berkonsultasi kepada Panitia.
5. Hakim garis hanya boleh memberitahukan apakah bola IN/OUT di garis yang menjadi tanggungjawab mereka.
6. Foot fault, kesalahan di net, hanya boleh diputuskan oleh wasit.
7. Hakim garis dapat mengoreksi kesalahan dalam keputusan IN/OUT selama hal tersebut memang merupakan kesalahan yang dibuatnya sendiri. Koreksi tersebut berlaku walaupun wasit sudah terlanjur mengikuti keputusan yang salah. Akan tetapi wasit harus tetap dianggap sebagai pengambil keputusan akhir.
8. Jika seorang hakim garis meneriakkan OUT, akan tetapi kemudian mengoreksi dengan teriak IN, dengan bola tidak dapat diambil penerima pukulan, maka wasit harus memutuskan apakah teriakan OUT mengakibatkan gangguan pada penerima pukulan. Jika ‘ya’ maka permainan diulang, jika ‘tidak’ maka poin diberikan pada pemukul bola.
9. Jika hakim garis tidak dapat memutuskan IN/OUT, maka hakim garis tersebut harus segera menyerahkan keputusan kepada wasit. Jika wasit juga tidak dapat mengambil keputusan, maka bola harus dimainkan ulang.
10. Wasit berhak menganulir keputusan hakim garis, apabila wasit menganggap hal tersebut adalah KESALAHAN YANG JELAS (CLEAR MISTAKE).
11. Keputusan untuk menunda, menghentikan permainan ada di tangan wasit.
12. Pembagian Tugas Wasit dan Hakim garis pada IN/OUT:
a. HG-1 dan HG-3: mengawasi IN/OUT pada garis baseline dan garis samping yang bukan di sisi wasit.
b. HG-2 dan HG-4: mengawasi IN/OUT pada garis tengah lapangan (center line service) pada saat servis dilakukan.
c. Wasit menentukan IN/OUT pada daerah sisi wasit, service line, foot fault, dan service fault..
13. Posisi wasit/uluan dan hakim garis lihat Lampiran-C.
O. Penonton
1. Penonton hanya diijinkan bertepuk tangan pada saat bola sudah mati.
2. Apabila pemain di lapangan merasa terganggu oleh tingkah laku dan tindakan-tindakan penonton, maka dapat mengajukan protes kepada wasit
3. Wasit dapat menegur dan apabila perlu menghukum penonton yang dianggap mengganggu konsentrasi pemain yang bertanding.

P. Juara Turnamen
1. Juara turnamen adalah pasangan yang paling banyak memenangkan pertandingan.
2. Jumlah game yang dimenangkan hanyalah berfungsi sebagai dokumentasi rekor dan tidak boleh dijadikan patokan untuk penentuan juara.
3. Apabila ada beberapa pasangan yang mempunyai jumlah kemenangan yang sama, maka harus dilakukan pertandingan ulang dengan system sudden-death. Pesertanya adalah semua pasangan yang mempunyai kemenangan terbanyak yang sama.
4. Pemenang turnamen sesuai dengan poin 2 adalah pasangan yang paling banyak memenangkan pertandingan sudden death.
Q. Peraturan Sudden Death
1. Pertandingan sudden death juga dilakukan dengan system setengah kompetisi.
2. Pertandingan dilakukan dengan pemenang adalah pasangan yang terlebih dahulu mencapai jumlah game 2. Maksimum game yang dimainkan adalah 3 game.
3. Dalam sudden-death tidak diberlakukan system deuce pada setiap game. Jadi pada posisi 40-40 tidak ada deuce, akan tetapi langsung mencapai game.
4. Dalam sudden-death tidak diberlakukan system deuce pada posisi 1-1, jadi tidak ada penambahan game akibat hasil 1-1 tersebut.
5. Pada posisi 1-1, maka toss harus dilakukan untuk menentukan pasangan yang akan menerima/melakukan pukulan ATAU tempat
6. Apabila ada beberapa pasangan yang mempunyai jumlah kemenangan yang sama, maka harus dilakukan pertandingan ulang lagi dengan system sudden-death, dengan pesertanya adalah semua pasangan yang mempunyai kemenangan terbanyak yang sama.

R. Hal-hal yang tidak tercakup
1. Apabila timbul permasalahan akibat ada hal-hal yang terjadi dan tidak tercakup dalam peraturan ini maka akan merujuk pada Rules of Tennis and Cases and Decisions dari USTA dan ITF dan akan diputuskan bersama semua tim.

Disiapkan oleh Uluan Panitia: St Todung R Siagian
Merujuk pada Tennis Rules dari USTA

Senin, Juli 07, 2008

Turnamen Tennis HKBP+

Turnamen Tennis HKBP+ akan dimulai lagi. Setelah kesuksesan penyelenggaraan turnamen yang pertama, turnamen tennis ini akan dilanjutkan dengan penyelenggaran yang kedua.

Kalau pada turnamen yang pertama diikuiti oleh 6 (enam) tim, maka turnamen yang kedua akan diikuti oleh 10 tim.

Turnamen direncanakan akan dimulai pada hari Minggu, tanggal 20 Juli 2008, yang didahului oleh ramah tamah berupa makan bersama. Dalam ramah tamah ini, panita akan menjelaskan juga peraturan-peraturan pertandingan yang dipakai untuk turnamen ini.

Sekedar mengingatkan kembali, juara bertahan Turnamen adalah pasangan Prof Dr R Pardede/St TR Siagian. Sedangkan runner-up adalah pasangan T Gultom/ St M Simanjuntak. Posisi ketiga direbut pasangan Pdt B Simamora/DR P Sidauruk. Adapun juru kunci ditempati dua pasangan, yakni pasangan St JP Hutapea/St SM Tambunan serta pasangan R Simanjutak/St B Sihombing. Pasangan M Sitompul/J Sihotang menempati tengah klasemen.

Kali ini, turnamen akan diikuti oleh 10 pasangan. Pasangan-pasangan yang akan bertanding adalah:
  • R Pardede/ T Panjaitan (P1)
  • T Gultom/ R Sibuea (P2)
  • P Sidauruk/ St K Simanjuntak (P3)
  • M Sitompul/ St SM Tambunan (P4)
  • JP Hutapea/ E Simatupang (P5)
  • RP Simanjuntak / St B Sihombing (P6)
  • St TR Siagian/ Pdt B Simamora (P7)
  • St M Simanjuntak/ J Sihotang (P8)
  • J Simamora / R Manurung (P9)
  • A Sitanggang/R DolokSaribu (P10)
Turnamen diperkirakan akan berlangsung selama 3 bulan, hal ini terjadi karena pertandingan dilakukan dengan sistem setengah kompetisi, dan setiap pasangan harus bertemu pasangan lainnya. Hari Minggu kalender dipakai sebagai hari pertandingan, dimulai dari jam 19.00 wibb.

Peraturan yang digunakan dalam turnamen ini sudah disosialisasikan kepada semua peserta.