A. Pendaftaran
1. Tiap pasangan memberikan investasi pendaftaran sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah)
2. Pasangan dan Nomor indikasi pasangan adalah seperti tertera pada Lampiran-A
3. Jadwal Pertandingan pada Lampiran-B
4. Untuk masalah pemenuhan jadwal pertandingan, prinsip ”Dos ni roha do sibahen na saut” haruslah dikedepankan. Tapi prinsip tersebut tidak berlaku untuk peraturan main.
B. Sistem Kompetisi dan Jumlah Game
1. Pertandingan memakai system setengah kompetisi, jadi setiap pasangan diharuskan bertemu semua pasangan lainnya.
2. Pemenang pertandingan adalah pasangan yang terlebih dahulu mengumpulkan 8 game.
3. Pada posisi game 7-7 (tujuh-tujuh) tidak diberlakukan penambahan satu game. Jadi pemenang tetap dianggap seperti pada point-2 .
C. Pemilihan tempat atau Pemukul/penerima Pertama
1. Undian/toss dilakukan sebelum pemanasan untuk menentukan posisi sisi lapangan yang dipakai. Toss adalah dengan melemparkan koin.
2. Pemenang toss dapat memilih salah satu dari pilihan: tempat yang diinginkan ATAU memilih sebagai pemukul atau penerima pertama, dan tidak boleh kedua-duanya.
3. Jika pilihan adalah tempat, maka lawan punya hak memilih menjadi pemukul atau penerima bola pertama, dan seballiknya.
D. Pemukul dan Pukulan
1. SERVICE
a. Cara memukul boleh terserah server, akan tetapi prinsipnya bola harus dilempar ke udara terlebih dahulu, dan harus dipukul sebelum jatuh menyentuh bidang lapangan
b. Server harus memastikan bahwa penerima sudah siap/ready. Wasit akan menilai kesiapan server dan penerima, apabila terjadi kesalahpahaman.
c. Penerima, apabila sudah siap/ready, tidak boleh memutuskan untuk tidak siap/unready, kecuali ada hal-hal diluar dugaan. Wasit yang memutuskan.
d. Server boleh membatalkan servis, selama tidak boleh ada gerakan mengayun untuk memukul
e. Apabila server sudah melakukan gerakan mengayun untuk memukul, akan tetapi raket tidak mengenai bola, maka hal tersebut adalah sebuah fault/kesalahan server dan dihitung sebagai keuntungan lawan
f. Service gagal dan server kehilangan poin, apabila bola setelah dilempar mengenai badan server, pasangan server, atau apapun yang dipakai oleh server dan pasangan server, selain raket tentunya.
2. FOOT FAULT/KESALAHAN KAKI. Untuk menghindarkan foot fault, maka:
a. Server memukul bola di belakang garis baseline.
b. Posisi server haruslah berada di antara garis batas main ganda dan garis tengah imajiner lapangan.
c. Dalam kondisi gerakan memukul bola, server tidak diperbolehkan berjalan atau berlari sehingga merubah posisi. Akan tetapi apabila terjadi sedikit perubahan posisi setelah memukul (akibat melompat vertikal), hal tersebut tidak boleh dikategorikan perubahan akibat berjalan atau melompat.
3. Apabila terjadi kesalahan dalam posisi memukul (dari sebelah kiri atau kanan lapangan), dan tidak terdeteksi oleh siapapun, maka setiap point atau hasil yang terjadi akibat pukulan tersebut adalah sah. Koreksi posisi akan dilakukan kemudian, sesuai dengan skor yang terjadi.
4. Apabila server memukul bola, dan penerima bola memukul bola sebelum bola memantul dari bidang lapangan, maka penerima bola kehilangan poin.
E. Bola dimainkan:
1. Setelah dipukul server, selama tidak ada instruksi dari wasit bahwa ada kesalahan/fault, out, let, dan sebagainya, maka bola harus tetap dimainkan.
2. Keputusan in/out diambil oleh wasit dibantu hakim garis, apabila bola telah menyentuh bidang lapangan. Pemain tidak berhak memutuskan in/out.
3. Apabila pemain berteriak ‘OUT’ atau ‘IN’, maka wasit yang memutuskan apakah teriakan tersebut sebagai gangguan untuk lawan atau tidak. Apabila gangguan, maka pemain yang teriak tersebut kehilangan poin.
F. Bola Menyentuh garis:
1. Apabila bola menyentuh garis-garis yang membatasi daerah sah permainan, maka bola dianggap berada pada garis batas permainan, dan harus diputuskan sebagai BOLA IN/MASUK
G. Bola Menyentuh Benda-benda permanen:
1. Apabila bola menabrak benda-benda permanen di sekeliling lapangan setelah bola memantul dari bidang lapangan yang benar, maka pemukul bola tersebut mendapat poin.
2. Apabila bola menabrak benda-benda permanen di sekeliling lapangan sebelum bola mengenai bidang lapangan yang benar, maka pemukul bola tersebut kehilangan poin
• Catatan: Benda-benda permanent adalah: Tiang penyangga net (posts), wasit, hakim garis, penonton, kursi, net pembatas lapangan, dan semua benda yang ada di sekeliling lapangan sejak permainan dimulai.
3. Apabila bola menabrak kelelawar atau binatang yang tiba-tiba muncul, maka permainan dapat diulang dengan skor tetap pada saat permainan diulang.
H. Urutan Memukul/Server:
1. Pasangan yang memukul bola pada game pertama harus menentukan siapa pemukul bola sebelum game pertama dimulai.
2. Demikian juga, lawan yang memukul bola pada game kedua harus menentukan siapa pemukul bola sebelum game kedua dimulai.
3. Pasangan dari pemukul game pertama harus menjadi pemukul bola pada game ketiga, demikian juga pasangan dari pemukul game kedua harus menjadi pemukul pada game keempat. Rotasi ini berlanjut sampai set tersebut diselesaikan.
I. Urutan Penerima Pukulan/Receiver:
1. Pasangan yang menerima bola pada game pertama harus menentukan siapa yang pertama menerima bola sebelum game pertama dimulai.
2. Demikian juga, pasangan lawan yang menerima bola pada game kedua harus menentukan siapa yang pertama menerima bola sebelum game kedua dimulai.
3. Pasangan dari penerima pada game pertama harus penerima bola yang pertama pada game ketiga, demikian juga pasangan dari penerima pada game kedua harus menjadi penerima bola pertama pada game keempat. Rotasi ini berlanjut sampai set selesai.
J. Pasangan adalah Pasangan:
1. Setiap pemain dalam satu pasangan tidak diperbolehkan bermain sendirian melawan lawannya.
K. Pemain kehilangan poin jika:
1. Pemain melakukan kesalahan ganda pada saat serve.
2. Pemain tidak mengembalikan bola sebelum bola memantul dua kali di bidang lapangan
3. Pemain mengembalikan bola dan bola jatuh di luar lapangan atau menabrak benda-benda permanent di luar lapangan
4. Mengembalikan sevis sebelum bola menyentuh lapangan
5. Pemain secara sengaja menangkap bola
6. Pemain secara sengaja melakukan dua kali sentuhan dengan raket.
7. Pemain dan raketnya, raket dipegang atau tidak dipegang, pakaian atau apa pun yang dipakai pemain, menyentuh net, tiang penyangga/posts/ pipa net, lapangan lawan, sengaja atau tidak sengaja selama bola masih dimainkan.
8. Pemain memukul bola sebelum bola melewati net. Jadi bola harus dipukul di daerah sendiri.
9. Bola yang dimainkan, menyentuh raket yang terlepas dari tangan pemain.
10. Mengubah bentuk raket, atau mengganti raket pada saat bola masih dimainkan.
11. Kedua pemain/pasangan secara bersamaan menyentuh/memukul bola.
L. Pengembalian yang baik/ Good Return adalah
1. Pengembalian mengenai seluruh bagian dari net (net, post, strip/band) akan tetapi jatuh pada bidan lapangan yang permainan benar di daerah lawan.
2. Bola permainan dari lawan menyentuh bidang lapangan, dan karena di-spin atau diputar kembali ke lapangan lawan melintasi net, pemain dapat mengejar bola dan memukul bola yang ada pada daerah lawan tersebut, akan tetapi semua anggota badan, raket, dan apapun yang dipakai tidak boleh menyentuh net atau seluruh bagian net.
3. Bola dikembalikan di luar tiang penyangga, menyentuh tiang atau tidak, melayang di atas atau di bawah ketinggian net, selama bola kembalian jatuh pada bidang lapangan yang benar.
4. Bola dikembalikan di bawah tali atas net di antara post dan jaring dan selama bola kembalian jatuh pada bidang lapangan yang benar.
5. Raket pemain melewati net setelah bola dipukul pada daerah sendiri DAN bola jatuh ke bidang lapangan yang benar
6. Pemain memukul bola yang dimainkan, dan bola tersebut mengenai bola tidak aktif yang ada di bidang lapangan yang benar.
M. LET
1. SAAT SERVIS:
a. Let terjadi jika bola menyentuh net, band, tetapi bola jatuh pada bidang lapangan yang benar.
b. Bola menyentu net, band, dan kemudian mengenai badan penerima pukulan.
c. Bola dipukul pada saat penerima belum ready/siap
2. SAAT BOLA LAGI DIMAINKAN
a. Let terjadi apabila bola lain dari luar lapangan masuk ke lapangan.
b. Apabila terjadi hal-hal yang sangat mengganggu pertandingan
N. Wasit/Referee/Uluan dan Hakim Garis
1. WASIT WAJIB DIHORMATI.
2. Wasit berkuasa penuh atas pengambilan keputusan akhir pada setiap keputusan. Apabila terjadi permasalahan maka keputusan wasit WAJIB dihormati.
3. Wasit sebagai pengambil keputusan untuk setiap pertanyaan yang timbul pada saat permainan, dan merujuk pada Peraturan Main.
4. Apabila terjadi interpretasi yang berbeda terhadap Peraturan Main selama permainan, maka wasit dapat berkonsultasi kepada Panitia.
5. Hakim garis hanya boleh memberitahukan apakah bola IN/OUT di garis yang menjadi tanggungjawab mereka.
6. Foot fault, kesalahan di net, hanya boleh diputuskan oleh wasit.
7. Hakim garis dapat mengoreksi kesalahan dalam keputusan IN/OUT selama hal tersebut memang merupakan kesalahan yang dibuatnya sendiri. Koreksi tersebut berlaku walaupun wasit sudah terlanjur mengikuti keputusan yang salah. Akan tetapi wasit harus tetap dianggap sebagai pengambil keputusan akhir.
8. Jika seorang hakim garis meneriakkan OUT, akan tetapi kemudian mengoreksi dengan teriak IN, dengan bola tidak dapat diambil penerima pukulan, maka wasit harus memutuskan apakah teriakan OUT mengakibatkan gangguan pada penerima pukulan. Jika ‘ya’ maka permainan diulang, jika ‘tidak’ maka poin diberikan pada pemukul bola.
9. Jika hakim garis tidak dapat memutuskan IN/OUT, maka hakim garis tersebut harus segera menyerahkan keputusan kepada wasit. Jika wasit juga tidak dapat mengambil keputusan, maka bola harus dimainkan ulang.
10. Wasit berhak menganulir keputusan hakim garis, apabila wasit menganggap hal tersebut adalah KESALAHAN YANG JELAS (CLEAR MISTAKE).
11. Keputusan untuk menunda, menghentikan permainan ada di tangan wasit.
12. Pembagian Tugas Wasit dan Hakim garis pada IN/OUT:
a. HG-1 dan HG-3: mengawasi IN/OUT pada garis baseline dan garis samping yang bukan di sisi wasit.
b. HG-2 dan HG-4: mengawasi IN/OUT pada garis tengah lapangan (center line service) pada saat servis dilakukan.
c. Wasit menentukan IN/OUT pada daerah sisi wasit, service line, foot fault, dan service fault..
13. Posisi wasit/uluan dan hakim garis lihat Lampiran-C.
O. Penonton
1. Penonton hanya diijinkan bertepuk tangan pada saat bola sudah mati.
2. Apabila pemain di lapangan merasa terganggu oleh tingkah laku dan tindakan-tindakan penonton, maka dapat mengajukan protes kepada wasit
3. Wasit dapat menegur dan apabila perlu menghukum penonton yang dianggap mengganggu konsentrasi pemain yang bertanding.
P. Juara Turnamen
1. Juara turnamen adalah pasangan yang paling banyak memenangkan pertandingan.
2. Jumlah game yang dimenangkan hanyalah berfungsi sebagai dokumentasi rekor dan tidak boleh dijadikan patokan untuk penentuan juara.
3. Apabila ada beberapa pasangan yang mempunyai jumlah kemenangan yang sama, maka harus dilakukan pertandingan ulang dengan system sudden-death. Pesertanya adalah semua pasangan yang mempunyai kemenangan terbanyak yang sama.
4. Pemenang turnamen sesuai dengan poin 2 adalah pasangan yang paling banyak memenangkan pertandingan sudden death.
Q. Peraturan Sudden Death
1. Pertandingan sudden death juga dilakukan dengan system setengah kompetisi.
2. Pertandingan dilakukan dengan pemenang adalah pasangan yang terlebih dahulu mencapai jumlah game 2. Maksimum game yang dimainkan adalah 3 game.
3. Dalam sudden-death tidak diberlakukan system deuce pada setiap game. Jadi pada posisi 40-40 tidak ada deuce, akan tetapi langsung mencapai game.
4. Dalam sudden-death tidak diberlakukan system deuce pada posisi 1-1, jadi tidak ada penambahan game akibat hasil 1-1 tersebut.
5. Pada posisi 1-1, maka toss harus dilakukan untuk menentukan pasangan yang akan menerima/melakukan pukulan ATAU tempat
6. Apabila ada beberapa pasangan yang mempunyai jumlah kemenangan yang sama, maka harus dilakukan pertandingan ulang lagi dengan system sudden-death, dengan pesertanya adalah semua pasangan yang mempunyai kemenangan terbanyak yang sama.
R. Hal-hal yang tidak tercakup
1. Apabila timbul permasalahan akibat ada hal-hal yang terjadi dan tidak tercakup dalam peraturan ini maka akan merujuk pada Rules of Tennis and Cases and Decisions dari USTA dan ITF dan akan diputuskan bersama semua tim.
Disiapkan oleh Uluan Panitia: St Todung R Siagian
Merujuk pada Tennis Rules dari USTA
Roland Garros 2020 Main Draw
5 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar