Pertandingan pada Turnamen Tennis HKBP+ telah dimulai Minggu 20 Juli 2008 tadi malam. Pertandingan pertama dimulai tepat jam 19.40, yaitu pertandingan antara pasangan Prof dr R Pardede/T Panjaitan (P1) dengan pasangan Dr P Sidauruk/ St K Simanjuntak (P3). Pertandingan ini, menurut jadwal adalah pertandingan ke-42 yang seharusnya diselenggarakan pada minggu ke-14. Akan tetapi berhubung ketidakhadiran pasangan-pasangan tidak lengkap pada jam 19.30, maka pasangan yang bertanding diundi di antara pasangan yang sudah lengkap.
Pertandingan P1 dengan P3
Aroma ketegangan tampak sangat jelas ketika pasangan R Pardede/T Panjaitan berhadapan dengan pasangan Dr P Sidauruk/ St K Simanjuntak. Pasangan R Pardede/ T Panjaitan langsung unggul 2-0 pada kesempatan pertama. Pasangan P Sidauruk/St K Simanjuntak berusaha keras keluar dari ketegangan dengan mengambil game ke-3, dengan posisi 1-2. Akan tetapi harus ketinggalan 2-4 pada paruh pertama perpindahan tempat. Pertandingan ini ditutup dengan kedudukan 8-4 untuk kemenangan pasangan R Pardede/T Panjaitan.
Data lainnya: Wasit: R Simanjuntak dibantu hakim garis: St B Sihombing, St J Hutapea, dan R Dolosaribu.
Pertandingan P6 dengan P9
Sama-sama tegang. Itu jugalah yang terlihat pada pertandingan antara pasangan R Simanjuntak/St B Sihombing (P6) dengan pasangan J Simamora/R Manurung (P9). Ketegangan lebih terasa karena perebutan game kejar-kejaran, 1-0, 1-1, 2-1, dan 2-2. Pada posisi 2-2, tampaknya pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing berhasil tampil lepas, sehingga unggul 4-2 pada paruh pertama pertandingan. Setelah pergantian tempat, pasangan J Simamora/ R Manurung berhasil tampil mengesankan, sehingga mengejar lawan pada posisi 4-4. Perebutan game terus kejar mengejar, 5-4, 5-5, 6-5, 6-6, dan 7-6 untuk pasangan R Siamnjuntak/ St B Sihombing.
Insiden Kelelawar.
Pada posisi 7-6, dengan kedudukan match point untuk pasangan R Simanjutak/St B Sihombing, pukulan kembalian dari J Simamora OUT dan seharusnya permainan berakhir. Akan tetapi karena kelelawar mengganggu bola yang dimainkan dengan menerkam bola di udara, permainan sesuai aturan permainan harus diulang pada posisi matchpoint. Kelelawar yang kemudian harus tewas akibat pukulan dari J Simamora, ternyata memperpanjang nafas permainan pasangan J Simamora/R Manurung. Mereka akhirnya merebut game ke-14 dan menyamakan kedudukan menjadi 7-7. Pada game penentuan point kejar-kejaran hingga 30-30, akan tetapi servis St B Sihombing memang manjur, dan pasangan R Simanjuntak/ St B Sihombing berhasil mengakhiri pertandingan dengan sukses, 8-7.
Data lainnya: Wasit: St J Hutapea, dibantu hakim garis: R Pardede, T Panjaitan, dan St K Simanjuntak
Pertandingan P8 melawan P10.
Mungkin inilah pertandingan tercepat yang dari 3 pertandingan yang dilakoni pada hari pertama pertandingan. Pasangan A Sitanggang/R Doloksaribu kelihatan belum begitu padu pada pertandingan pertama ini. Hal ini dapat dimaklumi karena pasangan ini hanya satu kali tampil latihan bersama sebelum pertandingan. Bandingkan dengan pasangan lawan St M Siamanjuntak/J Sihotang, pasangan yang disebut terakhir ini, sejak 3 minggu sebelumnya sudah berkali-kali sparring partner dengan pasangan-pasangan lain. Wajarlah kalau pasangan ini sudah kompak.
Hasil pertandingan dapat diduga. Pada paruh pertama pertandingan pasangan St M Simanjuntak/J Sihotang unggul 4-1. Kemudian unggul 6-2, sebelum mengakhiri pertandingan dengan 8-3.
Data lainnya: Wasit: P Sidauruk, dibantu hakim garis: M Sitompul dan R Sibuea
Roland Garros 2020 Main Draw
5 tahun yang lalu
2 komentar:
kekalahan r. manurung/simamora, dimungkinkan karena ketegangan di awal pertandingan, terlebih lagi belum adannya kontribusi biaya pertandingan ( jadi agak grogi di bereng natorop).
aaaaaaaaaaapembuktian dapat kita lihat hari minggu nanti (27 Juli 08)apa lagi dengan latihan tadi malam melawan St. simajuntak/ st sihombing. ba hera pelatih ma hami, ha..ha..ha....
Memang, kalau belum bayar iuran, agak grogi juga mainnya...soalnya diperhatikan Panitia.
Posting Komentar